Suatu waktu saya pernah mendengar pembicaraan antara ibu dan seorang anaknya, “Ma, ini buang dimana?” tanya anaknya sembari menunjukkan bungkus permen. Sesaat sang ibu melihat ke sekitar lalu bilang “buang disitu aja, nak” menunjuk ke arah selokan yang berada di sisi trotoar jalan. Si anak pun menurut, ia pun membuang sampah kecil itu ke selokan dan berlalu begitu saja seperti tidak ada yang terjadi. Miris.
Bungkus permen itu mungkin hanya dianggap secuil dari sampah-sampah lain yang menumpuk di sembarang tempat. Tapi dari secuil sampah itu sebuah pelajaran buruk telah diajarkan orang tua kepada anaknya tentang bagaimana melakukan sesuatu yang tidak benar, pada sesuatu yang dianggap sepele, yaitu membuang sampah tidak pada tempatnya.